Pembaca Kidia yang terhormat,
Komik adalah jenis buku yang paling dekat dengan anak. Banyak orangtua yang menganggap bahwa komik tak lebih dari bacaan sampah yang tidak memberikan manfaat untuk anak. Jangan salah lho Bu, Pak, bahwa komik bisa menjadi pintu masuk bagi anak untuk membaca buku-buku yang lebih serius, seperti buku teks. Komik juga bisa memberikan berbagai manfaat, asalkan kita mampu memilihkan komik yang tepat untuk putra/i kita.
Sama halnya dengan media yang lain seperti TV dan video game, memang dibutuhkan kejelian orangtua dalam memilihkan komik yang tepat untuk anak. Tapi bagaimana sih memanfaatkan potensi komik itu dan memilih komik yang tepat untuk anak? Kidia edisi kali ini akan membahas mengenai komik, bagaimana meminimalisir dampak buruk komik dan memanfaatkan kelebihannya.
Selain itu, dalam Kidia edisi kali ini, kami juga ingin mengajak para guru untuk berdiskusi mengenai alternatif penerapan Pendidikan Media apakah melalui jalur integrasi ataupun mandiri yang disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.
Semoga bermanfaat.
Salam,
Nina Mutmainnah Armando
----------
LAPORAN UTAMA
KOMIK: Sahabat Anak??
Kenapa Anak-anak Menyukai Komik?
Mudah sekali menjawab pertanyaan ini. Bagi anak-anak, komik jelas mudah menarik perhatian karena tampilannya yang penuh dengan gambar. Hal ini membuat anak lebih mudah memahami isi, bahkan bagi anak yang belum fasih membaca. Perpaduan gambar dengan sedikit teks juga tidak membutuhkan konsentrasi tinggi untuk memahami jalan ceritanya. Begitu sederhana dan menarik.
Tak heran bila komik menjadi bacaan yang populer, terutama di kalangan anak-anak. Tidak sedikit anak-anak yang rela menghabiskan waktunya untuk berkutat dengan jenis bacaan yang satu ini. Bahkan bila diperhatikan, sektor komik di toko buku adalah salah satu sektor yang tidak pernah sepi oleh pengunjung anak.
Namun bagi kebanyakan orangtua, komik seringkali dianggap momok yang menyebalkan. Komik dianggap sebagai bacaan sampah yang tidak berisi dan tidak berguna. Isi komik seringkali dianggap sepele, tidak mendidik, bahkan berpotensi untuk mengajarkan nilai-nilai buruk.
Dosa Komik?
Memang tidak sedikit anak yang begitu kecanduan dengan komik, sehingga rela menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk membaca komik dan menunda aktivitas lain yang seharusnya mereka lakukan. Padahal seharusnya anak-anak menghabiskan waktunya dengan beragam aktivitas fisik, seperti bermain di luar atau bersosialisasi dengan lingkungannya.
Anak-anak, dengan kebebasannya berimajinasi kerap kali menjadikan komik sebagai referensi hal-hal yang dianggap penting dan keren. Tak jarang mereka meniru kebiasaan tokoh komik favoritnya. Tidak masalah apabila yang ditiru adalah kebiasaan baik, namun bagaimana dengan kebiasaan buruknya?
Anak yang lebih kecil kerap menelan bulat-bulat apa yang dilihatnya di dalam komik dan menirukannya dalam kehidupan nyata. Sebut saja betapa populernya gaya "patpat" Sinchan, hingga yang paling ekstrem, seorang anak di Turki tanpa ragu meloncat dari atas gedung untuk meniru polah salah satu tokoh di komik Pokemon.
Apakah komik memang berdampak buruk bagi anak?
Ketika komik Crayon Sinchan beredar di Indonesia, banyak orangtua semakin antipati terhadap keberadaan komik. Sama halnya dengan Crayon Sinchan, semua komik dianggap mengajarkan bahasa kasar, sikap merendahkan orangtua, mengandung muatan pornografi, dan kekerasan.
Tapi mari coba tengok komik Chibi Maruko-chan, sama halnya dengan Crayon Sinchan, komik ini juga mengisahkan kehidupan sehari-hari seorang anak. Namun, berbeda dengan Sinchan, kisah Maruko justru sarat dengan nilai-nilai baik yang pantas untuk ditiru oleh anak-anak, seperti persahabatan, penghormatan kepada orangtua dan orang dewasa, serta rasa cinta terhadap saudara dan teman.
Lalu di Mana Letak Masalahnya?
Sama halnya dengan film kartun yang disalahartikan sebagai film anak, komik juga BUKAN MELULU untuk anak. Crayon Sinchan di negara asalnya (Jepang) merupakan bacaan dewasa. Di Indonesia komik ini dianggap sebagai bacaan anak, hanya karena ada film kartun dan tokohnya adalah anak-anak. Setelah pendapat miring berkembang di masyarakat, barulah komik ini diberi label "untuk 15 tahun ke atas".
Ya, komik memang tidak bisa dipisahkan dari filmnya. Sekalipun komik Crayon Sinchan telah mendapat label peruntukan bagi usia remaja, anak-anak masih berpikir bahwa komik ini diperuntukkan bagi anak-anak, karena filmnya masih ditayangkan sebagai film kartun untuk anak. Demikian pun dengan komik-komik laris lainnya, seperti Naruto dan One Piece, yang di bagian belakang cover sudah memiliki peruntukan "R" (remaja).
Manfaat Membaca Komik?
Di sisi lain, sebenarnya komik juga bisa memberikan manfaat bagi anak. Komik tidak hanya sebagai pintu masuk bagi anak-anak untuk membaca buku teks, namun juga membantu anak mengembangkan imajinasinya.
Bayangkan bersama dengan Asterix dan pasukan Galia-nya (dalam serial Asterix), anak-anak bisa menembus belahan dunia dan melompati sejarah, hingga dapat bertemu dengan Julius Caesar dan legiun Romawinya. Atau bersama dengan Archie dan Maidy (Serial Misteri Ilmu Pengetahuan, Archie & Maidy) anak-anak akan mengenal pelajaran fisika dengan cara yang asyik.
Bukan hanya itu, melalui beberapa komik bagus keluaran Jepang macam Chibi Maruko-chan dan Hamtaro, anak-anak memiliki role-model yang baik untuk menumbuhkan dan mengembangkan kepribadian yang positif, seperti persahabatan, hormat kepada orangtua, mencintai hewan peliharaan, dan lain-lain. Bahkan bisa jadi memotivasi anak-anak menjadi pesepakbola dunia seperti Tsubasa Ozora dalam komik Captain Tsubasa.
Komik yang Aman
Bila Anda akrab atau memiliki komik-komik lawas semacam Tintin, Smurf atau Asterix tidak ada salahnya me'lungsur'kannya pada anak-anak Anda. Komik-komik lawas ini memiliki berbagai muatan positif yang bermanfaat bagi anak, terutama bila anak-anak membacanya bersama Anda.
Gambar-gambar dan cerita yang menarik, 'berbicara', dan lucu memungkinkan anak untuk memahami dan menangkap ceritanya. Jika Anda melengkapinya dengan berbincang dengan anak Anda tentang nilai-nilai yang ada dalam komik itu, maka anak akan memetik manfaat lebih dari komik tersebut. Selain itu, cara ini juga dapat merangsang minat anak, memperkaya dan mengembangkan pengetahuannya, membantu mengenali potensi anak, sekaligus melindunginya dari muatan negatif yang mungkin tidak sesuai baginya.
Serial Misteri Ilmu Pengetahuan, Archie & Maidy juga baik sekali untuk Anda berikan pada anak-anak. Melalui komik pendidikan karangan Yohanes Surya (seorang ahli fisika) ini, anak-anak secara tidak sadar dibawa untuk mengenal konsep pengetahuan alam dengan cara yang menyenangkan.
Bila menginginkan bacaan yang lebih ringan dan lebih mudah dicerna anak-anak, tidak ada salahnya memberikan beberapa komik keluaran Jepang seperti Chibi Maruko-chan, Kobo Chan, Hamtaro, Sentaro, Miiko, dan Captain Tsubasa.
Peran Orangtua
Orangtua rasanya tidak perlu khawatir pada jenis bacaan semacam komik apabila bersedia memberikan sedikit saja waktu untuk memahami komik apa yang dibaca oleh anak.
- Dampingi dan tumbuhkan sikap kritis anak ketika membaca komik. Tidak ada salahnya mendiskusikan komik yang dibacanya, mulai dari tokoh yang disukai anak hingga nilai-nilai di dalamnya;
- Bantu anak memilih komik yang tepat untuk usianya. Jangan mudah percaya dengan label peruntukan yang sudah ada, karena seringkali label peruntukan yang ada tidak sesuai dengan yang seharusnya. Tidak ada salahnya Anda memperhatikan isi komik lebih dahulu sebelum memberikannya kepada anak-anak;
- Berikan bacaan dengan tema yang bervariasi. Bagi anak-anak yang lebih kecil pilihkan buku yang memiliki pesan yang mudah dipahami. Variasi tema ini akan membantu anak mengembangkan wawasan dan pengalamannya;
- Sama halnya seperti memilihkan acara TV yang tepat untuk anak, hindari komik dengan muatan-muatan yang berbahaya dan tidak mendidik seperti kekerasan, bahasa kasar, seks, dan mistis. Selalu ingat, TIDAK SEMUA komik diciptakan untuk anak-anak;
- Sekali lagi, komik hanyalah salah satu alternatif bacaan. Perkenalkan jenis bacaan lain agar mereka belajar untuk mencintai berbagai jenis buku, tidak hanya komik;
- Bantu anak untuk menyeimbangkan kegiatan aktif dan pasif. Membaca komik adalah kegiatan pasif, sedangkan anak juga membutuhkan kegiatan aktif yang memungkinkan bagi mereka untuk bergerak dan bersosialisasi. Jangan ragu mengajak mereka bermain apabila mereka sudah terlalu lama berkutat dengan komiknya (IU/NM).
Program TV Anak AMAN
AnTV
Setiap hari: 08.00-08.30 WIB
Acara ini dibawakan oleh Asti Ananta, serta tiga boneka yang terdiri dari Mouchu (boneka tikus berwarna biru), Ciul (boneka cacing bermotif belang) dan Cik cik (boneka ayam berwarna kuning). Tayangan ini hadir setiap pagi di ANTV sebagai pengantar dan penutup penayangan kartun anak. Tata ruang acara Star Kids dilengkapi dengan sejumlah peralatan dan mainan anak-anak dengan warna-warna yang menarik.
Setiap harinya mereka membicarakan tema tertentu yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari tanda-tanda yang muncul sebelum turun hujan, kebiasaan dan cara merawat binatang peliharaan, hingga membuat prakarya dengan alat-alat sederhana seperti menggunakan bekas semprotan obat nyamuk.
Di dalam acara ini juga dihadirkan narasumber yang akan memberikan penjelasan singkat mengenai tema yang sedang diangkat. Selain itu, para pembawa acara juga memberikan ide mengenai berbagai jenis kerajinan tangan yang praktis dan mudah dibuat.
Asti, Mouchu, Ciul, dan Cik Cik juga kerap membahas beragam sifat baik dan buruk, seperti malas, pelit, ringan tangan, dan lain sebagainya. Pembahasan tersebut diikuti juga dengan akibat apabila kita melakukan perbuatan buruk. Dalam salah satu episode digambarkan Asti yang bersikap pelit, dengan tidak mau berbagi makanan yang dimilikinya. Mouchu dan teman-temannya berusaha mengingatkan, namun Asti tidak mau mendengarkan. Akhirnya, Asti menyadari makanan yang disimpannya justru dimakan semut.
Pendampingan orangtua tetap disarankan agar orangtua karena informasi yang disampaikan kerap kali sulit dipahami oleh anak-anak karena tidak didukung oleh penjelasan gambar dan contoh. Selain itu, pengucapan Ciul dan teman-temannya tidak terlalu jelas dan cukup sering membicarakan lelucon yang sulit dimengerti oleh anak-anak.
Muatan positif:
- Memberikan informasi kepada anak-anak mengenai beragam fenomena alam dan beragam jenis binatang;
- Mendatangkan narasumber yang ahli dalam bidang yang dibicarakan dari beragam jenis profesi, sehingga melalui acara ini juga anak-anak mengenal berbagai jenis profesi dan pekerjaannya;
- Mengembangkan kreativitas anak dengan mengenalkan cara membuat beraneka ragam kerajinan tangan dengan bahan yang mudah ditemukan disekitarnya;
- Asti Ananta, Mouchu, dan kawan-kawannya juga mengajak anak-anak untuk mengenal beragam sifat yang baik dan manfaatnya (RRR/IU/NM).
Program TV Anak HATI-HATI
RONALDOWATI BABAK 2
TPI
Senin-Jumat: 19.00-20.00 WIB
Sabtu: 18.00-20.00 WIB
Bagi teman-temannya, Wati (Nona Than Sakinah) adalah anak yang aneh. Kenapa? Karena dia perempuan dan gemar bermain sepak bola. Hal itulah yang membuat ia ditolak bergabung dengan tim sepakbola kakaknya.
Demi niatnya ini, Wati memutuskan untuk mengubah penampilan laiknya bintang sepakbola dunia, Ronaldo. Ia memotong rambutnya hingga hampir botak dan berpenampilan seperti laki-laki. Hal ini membuat beberapa orang kaget, kecewa, namun tidak sedikit juga yang bersimpati dengan perubahan Wati.
Dalam cerita ini, Wati dan teman-temannya menjadi salah satu tim di Akademi Sepak Bola Super, sebuah sekolah sepak bola. Tim itu beranggotakan Wati, Mat Gondrong, Ceking, Rana, Rani, dan Wicak. Wati berperan sebagai kapten yang bisa menendang bola sehingga bola tersebut melambung dengan sangat cepat. Bukan hanya Wati yang memiliki kemampuan luar biasa, semua anggota tim juga memiliki kemampuan luar biasa, seperti berlari sangat cepat atau memiliki pendengaran yang luar biasa.
Selain tim Wati, di Akademi Sepak Bola Super juga ada tim di bawah pimpinan Bimo. Tim ini menjadi pesaing tim Wati.
"Ronaldowati" sebuah sinetron yang dikemas dengan tema yang berbeda setiap episodenya, tetapi tetap dalam rangkaian cerita yang bertema persaingan antar tim sepak bola dan hubungan antara anggota tim, baik yang berada dalam Akademi Sepak Bola Super ataupun di luar akademi. Sinetron ini tak ayal mengingatkan kita pada perpaduan film asing Bend it Like Beckham dan Shaolin Soccer.
MUATAN NEGATIF:
- Sikap Bimo yang angkuh dan sombong serta menghalalkan segala cara untuk mengeluarkan Wati dari Akademi Sepak Bola Super;
- Banyak memperlihatkan adegan mistis yang tidak masuk akal;
- Kekerasan dalam bermain sepak bola, sehingga pertandingan tidak lagi menjadi ajang olah raga dan prestasi tetapi seperti pertarungan dengan memperlihatkan kemampuan luar biasanya masing-masing;
- Banyak menampilkan persaingan yang tidak sehat. Sekalipun bertema olah raga, sikap sportif sama sekali tidak tampak dalam sinetron ini;
- Bahasa kasar dan makian yang bersifat merendahkan seringkali tampak dalam kisah yang menampilkan banyak pemeran anak-anak (IS/IU/NM).
Program TV Remaja BAHAYA
TARZAN CILIK
RCTI
Setiap Hari: 17.30-18.00 WIB
Sinetron ini bercerita tentang seorang anak laki-laki kecil yang tinggal di hutan. Awalnya saat masih bayi, ia diajak kedua orangtuanya ke hutan. Ayahnya bertugas mengawasi hutan dari kejahilan para pemburu liar. Namun, sang ayah tertembak oleh pemburu liar. Ibunya mengalami kecelakaan saat mobil yang dikendarai menabrak pohon besar. Anak tersebut menghilang saat terjadi kecelakaan. Di hutan anak itu berteman dengan seekor macan kecil.
Para pemburu liar menyangkanya sebagai binatang langka. Mereka bermaksud memburunya untuk dijadikan barang dagangan. Mengetahui dirinya terancam, anak itu pun lari mencari tempat yang aman. Ia bertemu dengan rombongan anak-anak yang sedang berkemah di hutan. Di sinilah awal pertemuannya dengan Saskie, seorang gadis kecil yang baik hati. Mulai saat itulah, anak itu dipanggil Tarzan dan tinggal di kota bersama Saskie.
Ayah Saskie ternyata adalah pemburu yang dahulu pernah mencoba menangkap Tarzan. Saskie pun selalu berusaha agar upaya sang ayah dalam mencelakai Tarzan gagal. Selain itu, ayah Saskie mengetahui "rahasia besar" dalam hidup Tarzan, yaitu tentang siapa kedua orangtua Tarzan yang sebenarnya.
Kelucuan-kelucuan muncul ketika Tarzan yang semula hidup di hutan tiba-tiba tinggal di sebuah rumah berperabotan modern. Ia misalnya bingung dengan 'kotak ajaib' bernama televisi. Hari-hari Tarzan dipenuhi petualangan-petulangan lucu dan menyenangkan. Meski begitu, ia sebenarnya sedih karena petualangan untuk mengetahui siapa kedua orangtuanya belum berhasil.
"Tarzan Cilik" menggambarkan Tarzan yang sangat mencintai binatang, rajin berdoa, dan suka menolong, serta berisi muatan persahabatan antara Sakie dan Tarzan. Namun di sisi lain acara ini jelas tidak sehat bagi anak dan remaja karena mengandung muatan negatif yang tidak mendidik dan cenderung membodohi.
Muatan Negatif:
- Menampilkan adegan-adegan mistis, misalnya Tarzan bisa bicara dengan binatang-binatang, bisa memanggil binatang-binatang dari jarak sangat jauh untuk membantu urusannya;
- Ada muatan dewasanya, misalnya adegan pacaran Kevin dan pacarnya;
- Terkadang, Olga, salah satu pemeran, berpenampilan seperti banci. Ini berbahaya untuk anak-anak;
- Selain itu, alur cerita acara ini juga berputar-putar tak menentu (IP/NM).
REKOMENDASI
Bermain di WOOGIWORLD
www.woogieworld.com
Jika Anda termasuk orangtua atau pendidik yang ingin agar anak Anda dapat menguasai pembelajaran internet dan bermain internet yang aman, menarik, sekaligus sarat dengan nilai-nilai kehidupan dan karakter positif, coba masuki situs www.woogieworld.com. Situs ini diperuntukkan bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan gratis.
Situs ini dipublikasikan pada akhir Januari 2009 dan diproduksi oleh beberapa lembaga di Amerika Serikat, yaitu Harvard Medical School, Harvard School of Public Health, Children's Hospital Boston, dan The Center Media and Child Health (CMCH). Nama lembaga-lembaga ini menunjukkan bahwa muatan situs ini memang ramah-anak.
Anak-anak yang online di situs ini dapat bermain dengan orangtuanya dan mengikuti beragam permainan yang menarik. Ketika bermain, mereka dirangsang untuk melibatkan berbagai emosi dalam pembentukan karakter positif. Di antaranya, anak-anak belajar memaknai kehidupannya, seperti bagaimana berperilaku dan menjaga pikiran posiif, mengenali perilaku negatif serta akibatnya, membangun jiwa kepemimpinan, bekerja keras, berjiwa sosial, dan menjaga keharmonisan serta kesehatan tubuh, pikiran dan jiwa. Selain itu anak dapat belajar cara membuat blog pribadi, disertai dengan contoh-contoh yang menarik.
Untuk bermain di situs ini, anak-anak harus melakukan serangkaian pendaftaran yang cukup rumit, di antaranya memilih karakter dan nama Woogie yang disukai, alamat e-mail pemain dan password-nya, serta alamat e-mail orangtua. Berbeda dengan kebanyakan game on-line yang beredar saat ini, di game ini, anak-anak yang bermain membutuhkan persetujuan dari orangtuanya. Orangtua akan dikirimi formulir persetujuan oleh Woogie World melalui e-mail. Tanpa izin dari orangtua, pemain tidak dapat ikut bermain di situs ini.
Pada bagian bawah menu tertera berbagai informasi dalam bahasa Inggris yang menjelaskan tentang situs ini. Sekalipun terbilang sebagai situs yang memang diperuntukkan bagi anak, orangtua disarankan membantu anak memahami setiap ketentuan yang berlaku di situs ini.
Mengakses situs ini pun memberi manfaat lain bagi anak, yakni membantu anak-anak memahami bahasa Inggris. Selain untuk membantu anak jika menemui kesulitan dalam hal penguasaan bahasa, orangtua sangat disarankan untuk mendampingi anak mengakses situs ini untuk membantu memberi pengarahan terkait dengan isi permainan.
Selamat mencoba! (MDY/IU/NM)
----------
ULASAN
Toko Buku Ramah Anak
Hendriyani (kolektor buku anak walau bukan anak-anak lagi).
Setiap kali saya ditanya orang (atau harus menjawab angket tertentu) apa hobi saya, maka dengan cepat saya akan menjawab: membaca.
Membaca adalah hobi yang seingat saya telah saya miliki sejak mampu merangkai huruf menjadi kata yang bermakna. Sebuah hobi yang membuat saya fasih menyebutkan nama Julian, Dick, George, Anne, dan Timmy (tokoh-tokoh serial Lima Sekawan) serta menumbuhkan keinginan besar sekali untuk merasakan makan sandwich sewaktu piknik. Sebuah hobi yang membuat saya tahu nama berbagai jalan di Semarang karena di sanalah tempat tinggal Noni (karakter fiksi tulisan Bung Smas, penulis asli Indonesia), tempat yang baru saya kunjungi setelah dewasa.
Hobi ini pula yang membuat saya rajin sekali pergi ke toko buku. Ke sana tidak selalu untuk membeli buku. Kadang bila tidak punya cukup uang, memandangi dan membaca buku di toko pun tetap membahagiakan.
Salah satu kenangan indah di toko buku adalah saat saya diperbolehkan pergi dengan adik (waktu itu saya kelas 5 SD) ke sebuah toko buku besar di Jakarta dari pagi sampai sore. Di toko tersebut ada bagian khusus buku anak, lengkap dengan area membaca lantai berkarpet (yang rasanya saat itu) cukup nyaman. Berapa buku yang kami beli setelah seharian berada di toko tersebut? Dua! Satu untuk saya dan satu untuk adik saya. Betapa mudahnya kebahagiaan didapat dari hal yang sederhana.
Rasa nyaman di toko buku inilah yang menjadikan tempat ini salah satu ‘lokasi wisata' favorit saya. Walau secara umur sudah sangat tidak pantas dikategorikan sebagai anak, saya tetap bersikeras meninjau bagian buku anak; hanya untuk mengenang buku-buku yang pernah saya baca, membeli buku untuk melengkapi koleksi yang hilang, atau untuk tahu perkembangan buku anak yang baru.
Ada rasa bangga melihat bahwa bagian buku anak semakin bertambah luas dari tahun ke tahun, dampak dari makin bertambahnya jumlah buku anak serta variasinya. Ada rasa sedih bila tidak berhasil mendapatkan buku-buku lama yang tidak dicetak kembali. Ada rasa heran melihat berlimpahnya komik di bagian buku anak dengan tema yang juga makin beragam (saya tipe yang lebih suka membaca novel daripada komik).
Ada lagi rasa yang muncul beberapa tahun terakhir ini: resah karena menemukan bahwa banyak sekali buku dewasa/remaja yang menyasar di rak buku anak. Di berbagai cabang sebuah jaringan toko buku saya menemukan buku-buku teenlit dan chicklit di bagian anak-anak bercampur dengan buku Lima Sekawan-nya Enid Blyton. Walau kategori semua buku ini adalah novel, terdapat perbedaan besar antara isi novel Lima Sekawan dengan novel teenlit, apalagi chicklit (yang biasanya bernuansa percintaan, bahkan juga hubungan pria-wanita dewasa). Di toko lain saya menemukan buku Kartun Peradaban (semua seri) berjajar dengan buku dongeng anak. Seri ini memang cukup informatif dalam memberi alur sejarah peradaban dunia, mulai dari penciptaan bumi hingga budaya modern sekarang, namun beberapa gambar (misalnya tentang prokreasi makluk hidup) sangat eksplisit, bahkan vulgar.
Buku memang jendela dunia. Namun sayang rasanya bila anak kita memandang dunia dewasa sebelum waktunya.
Mungkin kita bisa memakai ide klasifikasi program yang selama ini diterapkan di televisi (A untuk Anak, R untuk Remaja, D untuk Dewasa, dan SU untuk Semua Umur) dalam klasifikasi buku anak. Misalnya B untuk Balita, A untuk Anak, dan R untuk Remaja. Janganlah disederhanakan bahwa semua kartun dan komik adalah bacaan anak (seperti juga di acara televisi: tidak semua kartun itu aman untuk anak, contoh ekstremnya adalah The Simpsons).
Saya sangat berharap ada orang yang berwenang mengatur tata letak toko buku membaca tulisan ini dan tergerak untuk membenahi bagian buku anak hingga menjadi lebih ramah untuk anak, tidak hanya dari segi fisik tetap juga isi buku-bukunya. Tapi sementara itu, para orangtua lah yang menjadi laskar penjaga bacaan anak-anak mereka. Bacalah apa yang mereka baca (dan bacalah apa yang mereka tidak baca, kan kita bukan anak-anak).
Selamat membaca! (NM)
(Kidia)

