Pembaca Kidia yang terhormat,
Sebagaimana terhadap media lainnya, kadangkala kita sering tidak kritis terhadap lagu. Kita sering hanya menganggapnya sebagai senandung yang menghibur, termasuk ketika anak kita menyanyikannya.
Padahal, lagu tidak hanya terdiri dari melodi, tetapi juga lirik. Lirik inilah yang mengkhawatirkan, karena inilah yang berpotensi mempengaruhi anak kita: masuk ke pikiran atau kesadarannya, bisa membentuk sikap dan kemudian perilakunya.
Inilah yang berusaha kami sampaikan pada laporan utama Kidia edisi ini. Semoga kita menyadari bahwa dalam kondisi anak-anak yang bisa dibilang besar tanpa lagu anak, lagu yang tepat untuk usia mereka, kita masih bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkan anak kita dari "racun" lagu dewasa yang menyergap anak.
Semoga kita dapat terus memelihara sikap kritis kita terhadap media yang dikonsumsi anak, untuk menyelamatkan tidak hanya anak kita tetapi semua anak Indonesia.
Salam,
Nina Mutmainnah Armando

