Workshop Pendidikan Media
Berita
Kamis, 20 Maret 2008 05:35:57
Pendidikan Media Dari Waktu ke Waktu
Kategori: Umum (180 kali dibaca)

"Pendidikan Media"
dari waktu ke waktu

Di Indonesia, upaya serius untuk membawa materi 'Pendidikan Media' ke dalam kelas, barangkali pertama kali dilakukan pada Mei-September 2002 di SD Negeri Percontohan Johar Baru 01 Pagi Jakarta Pusat. Pada awalnya, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia mengadakan focus group discussion dengan para guru, orangtua, dan siswa. Dilakukan juga pre-tes terhadap siswa untuk mengetahui tingkat pengetahuan mereka mengenai media, jumlah jam menonton televisi, dan pilihan acara yang mereka tonton. Kemudian, diadakan pelatihan terhadap kepala SDN Johar Baru 01 Pagi dan 5 orang guru lainnya. Pelatihan ini sekaligus juga merupakan workshop penyusunan materi rencana pembelajaran.

Selanjutnya, kelima guru tersebut mengajarkan materi 'Pendidikan Media' (awalnya disebut 'Pembelajaran Melek Media') untuk siswa kelas 5 dengan 10 kali pertemuan dan 8 pokok bahasan. Ada lembar kerja, ada aktivitas di kelas seperti diskusi kelompok, memberikan penilaian terhadap acara yang sesuai atau tidak sesuai untuk anak, dan lain-lain. Pada akhir kegiatan belajar mengajar, diadakan pos-tes yang memperlihatkan peningkatan pengetahuan mereka tentang media, jumlah jam menonton televisi yang menurun, dan pilihan acara yang cenderung sudah sesuai dengan usia mereka.

Desember 2004, UNESCO menyandang dana pelatihan untuk guru sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertama, bekerjasama dengan YKAI dan Kantor Pemberdayaan Perempuan. Sebelumnya, beberapa sekolah dasar swasta pernah meminta untuk diadakan pelatihan serupa di sekolah mereka, namun tidak bisa dilayani karena terbatasnya pelatih. September 2005 UNESCO kembali mensupport pelatihan guru yang diadakan di SD IT Nurul Fikri. Sayangnya, dalam kedua pelatihan tersebut pemantauan mengenai bagaimana sekolah menerapkan materi 'Pendidikan Media' kurang ditekankan.

November 2006, Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) meneruskan kegiatan pelatihan 24 guru dari 8 sekolah di wilayah Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur dengan dukungan dari UNICEF, setelah sebelumnya diadakan workshop pengembangan modul dalam skala yang kecil. Dari pemantauan terhadap guru yang mengikuti pelatihan ini, diketahui bahwa para guru memerlukan alat bantu mengajar seperti Panduan Kidia, poster, ataupun VCD yang terkait pokok bahasan; serta komitmen dari kepala sekolah dan dukungan orangtua melalui seminar di sekolah.

Belajar dari berbagai kekurangan pada tahap sebelumnya, maka pada tahun 2008 ini pengembangan materi 'Pendidikan Media' memasuki tahap yang penting dengan dilaksanakannya ujicoba dalam skala yang lebih luas dan hasil yang lebih terukur dengan baik.

(Kidia)
 
 
Not Rated!
 
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar