Pelaksanaan HTT di Jakarta
Rangkaian kegiatan Hari Tanpa TV 2007 berpusat di Jakarta dan dimotori oleh Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) dan Yayasan Kita dan Buah Hati (YKBH). Didukung oleh kurang lebih 20 lembaga lain, rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Tanpa TV 2007 dimulai dengan acara jumpa wartawan yang dilaksanakan di gedung Pasca Sarjana Komunikasi UI, Salemba, Rabu, 18 Juli 2007. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari rekan pers dari Republika, Sinar Harapan, Wanita Indonesia, LKBN Antara, Media Indonesia, Adil, Tarbawi, Alia, TVRI, dan TVE Diknas.
Pembicara dalam acara Jumpa Wartawan ini antara lain Nina M. Armando (YPMA), Elly Risman, Psi (YKBH), B. Guntarto (YPMA), dan dimoderatori oleh Hasyim (Mahasiswa Berprestasi dari UI). Pembicara menyampaikan mengenai latar belakang diadakannya Hari Tanpa TV, bagaimana dampak menonton acara televisi bisa terjadi, penggambaran kondisi sekarang dalam istilah "screen age" yang mengglobal, hingga informasi teknis mengenai pelaksanaan Hari Tanpa TV 2007.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Tanpa TV 2007, pada hari Jumat 20 Juli 2007 akan dilangsungkan aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia sebagai bagian dari upaya mensosialisasikan Gerakan Hari Tanpa TV 2007. Aksi ini diikuti oleh sekitar 90 orang dari 65 lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, organisasi massa, dan individu. Kegiatan yang dilakukan di sekitar Bundaran Hotel Indonesia adalah membentangkan spanduk dan baliho berisi ajakan untuk mengikuti Hari Tanpa TV, mengusung benner dan nomor dukungan melalui SMS, membagikan stiker, poster, dan flyer berisi himbauan untuk mematikan TV selama satu hari, serta informasi mengenai tempat liburan & rekreasi yang bermanfaat & menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.
Aksi teatrikal berjudul "Monster TV" tentang dampak TV pada anak yang disuguhkan dengan sangat menarik oleh Mahasiswa UI juga cukup menarik perhatian. Penampilan ini, tidak hanya dapat dinikmati oleh rekan-rekan pers yang meliput aksi ini, namun juga para pengguna jalan yang berlalu lalang di sepanjang Bundaran HI.
Apa yang dapat dilakukan selama TV mati selama sehari itu? Aksi Hari Tanpa TV belum selesai sampai di situ. Pada Hari H, Minggu, 22 Juli 2007, YPMA didukung oleh mitra-mitra yang bergerak di bidang pendidikan mengadakan kegiatan alternatif di Monas. Bersama dengan Yayasan Saraswati yang menjadi koordinator kegiatan ini, diadakan aksi teatrikal, berbagai perlombaan, hingga kegiatan bernyanyi bersama yang juga menjaring pengunjung yang kebetulan menghabiskan Minggu pagi di taman simbol kota Jakarta itu. Bukan hanya di Monas, di tempat yang berbeda, beberapa sekolah dan masyarakat juga ikut mengadakan acara kecil untuk membantu anak-anak menjauhi TV selama sehari.
YPMA juga mengadakan monitoring dengan membagikan angket yang diisi oleh berbagai kalangan masyarakat yang datang ke berbagai kegiatan yang berhubungan dengan Hari Tanpa TV. Angket ini juga dibagikan kepada masyarakat umum yang tinggal di beberapa daerah yang berusaha untuk dijangkau oleh para mitra. Hasil yang diperoleh dari angket tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini direspon dengan baik oleh masyarakat, lebih dari 80% responden mengaku melaksanakan Hari Tanpa TV di rumah masing-masing dengan berbagai cara. Untuk menjadikan aksi ini lebih bergaung dan dilaksanakan oleh lebih banyak masyarakat masih dibutuhkan kerja keras dan pekerjaan rumah bagi YPMA, YKBH, dan mitra-mitra pendukungnya.
Himbauan juga disebarluaskan melalui posting di berbagai mailing list, website Kidia, blog, sms berantai, e-mail, hingga artikel khusus di Panduan Kidia. Menariknya hampir semua himbauan ini mendapatkan tanggapan baik dari masyarakat. Hal ini terbukti dengan masuknya dukungan berupa 483 sms, 56 e-mail, 17 dukungan yang masuk ke buku tamu www.kidia.org, serta tanggapan yang sangat baik dari pengunjung yang datang ke Monas.
Bukan hanya itu, himbauan ini juga mendapatkan respon baik dari media, tidak hanya cetak, namun juga elektronik. Tidak kurang dari 20 media cetak, 16 media on-line, dan mengulas dan menampilkan foto dari rangkaian kegiatan Hari Tanpa TV 2007. Selain itu, undangan talk show di radio juga banyak diterima oleh pengurus YPMA, YKBH, dan para mitra.
(Kidia)
