Berita
Rabu, 25 Juli 2007 06:20:57
Laporan HTT dari YOGYA
Kategori: Umum (395 kali dibaca)
Salam,
Berikut ini laporan singkat dari pelaksanaan acara Kampanye HARI TANPA TV di Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan pada Jumat, 20 Juli 2007 telah sukses dilaksanakan di 5 titik strategis di kota Yogyakarta (dari semula enam titik, karena satu ruas jalan ditutup untuk mengamankan kedatangan PM Selandia Baru). Sebanyak 50 orang berpartisipasi dalam acara ini, dan yang lebih membanggakan ada sekitar 20 anak SMU 3 turut serta. Bagaimanapun kehadiran SMU 3 yang tidak bisa ditembus sembarang organisasi bahkan perusahaan besar seperti Coca Cola, menyiratkan bahwa kegiatan kampanye Hari Tanpa TV ini memiliki daya tarik kuat bagi pihak sekolah untuk melepas ke-20 siswanya turun ke jalan.
Acara ini dikoordinasikan dengan POLRES SLEMAN, POLTABES JOGJAKARTA selaku pengatur jalan. Kebetulan sekali pada hari yang bersangkutan ruas jalan di MM UGM yang merupakan salah satu titik kampanye ditutup sementara waktu menyusul kedatangan PM Selandia Baru. Akan tetapi secara keseluruhan semua kegiatan di jalan berlangsung tertib, aman dan lancar. Karena materi yang dikirim YPMA kurang, kami juga menambahkan 1800 flyers dan 400 stiker. Plus tambahan stiker dari Penerbit Kanisius sebanyak 450 stiker yang kami sebar pada Minggu, 22 Juli 2007. Jadi, digenapkan waktu kampanye kami menjadi 2 hari. Jumat dan Minggu. Ada banyak orangtua yang antusias dalam merespons Hari Tanpa TV ini. Oya, untuk melaksanakan kampanye ini kami juga mendesain kaos sendiri sebanyak 50 pcs. Volunteer yang terlibat, kalau tidak dibatasi, bahkan sampai membludak. Pada hari H saja masih ada beberapa teman yang memaksa ikut meskipun akhirnya tidak berkaos.
Liputan Media
Wah, kami tak mengira banyak wartawan yang datang meliput acara kami. Beberapa media yang tertarik di antaranya:
- Kompas, berita hari sabtu edisi jawa tengah kurang lebih 1/2 halaman
- Bernas Jogja
- Radar Jogja
- The Jakarta Post
ada juga wartawan TV yang datang tetapi kami tidak tahu beritanya masuk atau tidak
- TPI
- Trans TV
- TV7 (yang ini datang terlambat)
- Terang Abadi TV, solo
radio:
Eltira (wawancara live)
MQ FM (wawancara live, by phone)
Selain acara di atas, kami juga telah melakukan kampanye ke 12 sekolah dasar dan 4 taman kanak-kanak. Selain itu ada 9 SD lainnya yang kami surati. Event ini juga kami manfaatkan untuk menyebarkan undangan lomba menulis bagi anak-anak kelas 1-6. AKhir Juli ini kami bergerak lagi ke SD-SD untuk mengumpulkan naskah sekaligus (rencananya) menyebarkan angket ke sekolah2 tadi.
Buku untuk Sriharjo masih kami gelindingkan. Rencananya pengumpulan buku diplot sampai akhir agustus. Sudah ada 3 box besar buku yang dijanjikan seorang kawan dan tinggal menunggu waktu kirimnya saja. Seandainya Kidia mau menyumbang tentu dengan senang hati saya tunggu.
Demikian,
Salman
koordinator jogja (core)
(Salman Faridi)
Berikut ini laporan singkat dari pelaksanaan acara Kampanye HARI TANPA TV di Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan pada Jumat, 20 Juli 2007 telah sukses dilaksanakan di 5 titik strategis di kota Yogyakarta (dari semula enam titik, karena satu ruas jalan ditutup untuk mengamankan kedatangan PM Selandia Baru). Sebanyak 50 orang berpartisipasi dalam acara ini, dan yang lebih membanggakan ada sekitar 20 anak SMU 3 turut serta. Bagaimanapun kehadiran SMU 3 yang tidak bisa ditembus sembarang organisasi bahkan perusahaan besar seperti Coca Cola, menyiratkan bahwa kegiatan kampanye Hari Tanpa TV ini memiliki daya tarik kuat bagi pihak sekolah untuk melepas ke-20 siswanya turun ke jalan.
Acara ini dikoordinasikan dengan POLRES SLEMAN, POLTABES JOGJAKARTA selaku pengatur jalan. Kebetulan sekali pada hari yang bersangkutan ruas jalan di MM UGM yang merupakan salah satu titik kampanye ditutup sementara waktu menyusul kedatangan PM Selandia Baru. Akan tetapi secara keseluruhan semua kegiatan di jalan berlangsung tertib, aman dan lancar. Karena materi yang dikirim YPMA kurang, kami juga menambahkan 1800 flyers dan 400 stiker. Plus tambahan stiker dari Penerbit Kanisius sebanyak 450 stiker yang kami sebar pada Minggu, 22 Juli 2007. Jadi, digenapkan waktu kampanye kami menjadi 2 hari. Jumat dan Minggu. Ada banyak orangtua yang antusias dalam merespons Hari Tanpa TV ini. Oya, untuk melaksanakan kampanye ini kami juga mendesain kaos sendiri sebanyak 50 pcs. Volunteer yang terlibat, kalau tidak dibatasi, bahkan sampai membludak. Pada hari H saja masih ada beberapa teman yang memaksa ikut meskipun akhirnya tidak berkaos.
Liputan Media
Wah, kami tak mengira banyak wartawan yang datang meliput acara kami. Beberapa media yang tertarik di antaranya:
- Kompas, berita hari sabtu edisi jawa tengah kurang lebih 1/2 halaman
- Bernas Jogja
- Radar Jogja
- The Jakarta Post
ada juga wartawan TV yang datang tetapi kami tidak tahu beritanya masuk atau tidak
- TPI
- Trans TV
- TV7 (yang ini datang terlambat)
- Terang Abadi TV, solo
radio:
Eltira (wawancara live)
MQ FM (wawancara live, by phone)
Selain acara di atas, kami juga telah melakukan kampanye ke 12 sekolah dasar dan 4 taman kanak-kanak. Selain itu ada 9 SD lainnya yang kami surati. Event ini juga kami manfaatkan untuk menyebarkan undangan lomba menulis bagi anak-anak kelas 1-6. AKhir Juli ini kami bergerak lagi ke SD-SD untuk mengumpulkan naskah sekaligus (rencananya) menyebarkan angket ke sekolah2 tadi.
Buku untuk Sriharjo masih kami gelindingkan. Rencananya pengumpulan buku diplot sampai akhir agustus. Sudah ada 3 box besar buku yang dijanjikan seorang kawan dan tinggal menunggu waktu kirimnya saja. Seandainya Kidia mau menyumbang tentu dengan senang hati saya tunggu.
Demikian,
Salman
koordinator jogja (core)
(Salman Faridi)
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar

